Kinerja WMUU Terus Melaju di Kuartal III - 2025

12 Nov 2025 / Admin / 140 Reads

Jakarta, 1 November2025 – PT Widodo Makmur Unggas Tbk (WMUU) berhasil menutup kuartal III tahun 2025 dengan pencapaian kinerja keuangan yang membaik, di tengah dinamika yang masih mewarnai industri perunggasan nasional. Perbaikan ini mencerminkan efektivitas strategi efisiensi, penguatan lini bisnis utama, serta pemanfaatan momentum pasar yang didorong oleh kebijakan pemerintah di sektor pangan dan protein hewani.

Merujuk pada Laporan Keuangan terbaru, Perseroan mencatatkan pertumbuhan yang membaik dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Pendapatan bersih mencapai Rp 505 miliar sepanjang Januari - September, meningkat 112% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar Rp 238 miliar. Perbaikan juga terlihat pada rugi kotor, yang menyusut menjadi Rp 23 miliar, membaik dari periode yang sama dari tahun sebelumnya yaitu sebesar Rp 38 miliar.

Meski masih menghadapi tantangan operasional, Perseroan berhasil membukukan EBITDA positif sebesar Rp 12 miliar pada kuartal III pada tahun 2025. Capaian ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya, di mana EBITDA tercatat minus Rp 17 miliar. “Keberhasilan ini mencerminkan kemampuan Perseroan untuk beradaptasi di tengah tantangan, sekaligus menjaga momentum pertumbuhan yang berkelanjutan.” ujar Wahyu Andi Susilo.

Perseroan berkomitmen untuk terus memperkuat pertumbuhan kinerja melalui inisiatif strategis yang berfokus pada efisiensi operasional dan optimalisasi sumber daya. Peningkatan utilisasi fasilitas produksi masih menjadi salah satu langkah utama dalam mendukung efektivitas operasional dan profitabilitas berkelanjutan.

Selain itu, Perseroan secara proaktif membuka peluang sumber permodalan baru guna memperkuat kinerja dan operasional perusahaan. Langkah ini diharapkan menjadi katalisator dalam merealisasikan strategi pertumbuhan yang telah disusun manajemen, sekaligus memperkuat posisi Perseroan di industri perunggasan nasional.  "Tambahan modal kerja menjadi dorongan penting bagi Perseroan dalam mengeksekusi strategi pertumbuhan dan mengoptimalkan potensi bisnis yang ada," ujar Wahyu Andi Susilo. Dengan tambahan modal kerja yang memadai, Perseroan optimistis dapat meningkatkan efisiensi, memperluas jangkauan pasar, dan menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan.